Welcome to The New World

(crita baru ane, masih prototype)

CHAPTER 1

Semua orang pasti membayangkan di masa depan, teknologi di dunia sudah semakin maju, semua serba instant, dan bahkan manusia-manusia akan kebanyakan mengahbiskan waktu mereka dengan bersantai dan membiarkan para robot yang melakukan pekerjaan berat. Tapi memang, semua itu hanya khayalan saja. Di saat waktu itu datang, bukan teknologi yang selama ini mereka impikan yang datang, tapi justru kehancuran. Pada tahun 2010 India telah menyatakan perang atas Russia, dan Cina mulai melakukan expansi dengan meyerang Korea dan Taiwan. Pada tahun 2012 Israel telah menghabisi beberapa Negara kecil di timur tengah, tetapi kejayaan mereka hanya sesaat. Tahun 2014, di Amerika Serikat telah terjadi kesulitan keuangan yang disebut “The 2nd Great Depression.” Amerika jadi mempunyai presiden di masing-masing Negara bagian, kekuatan militernya pun menjadi melemah. Pada tahun 2015, Saudi Arabia telah membangun pasukan yang sangat kuat dan membantai habis seluruh pasukan Israel dan mengambil wilayah-wilayah yang tadinya menjadi kekuasaan Israel. Tahun 2020 di Africa Negara-negara yang kecil dan miskin telah di ambil alih oleh mesir, dan sekarang hanya ada dua Negara yang tersisa, Africa Selatan dan Mesir. Sepuluh tahun kemudian para bangsa-bangsa islam menggunakan nuklir dan bahan-bahan kimia untuk menghancurkan Amerika Serikat yang telah melemah, dan nuklir di luncurkan pada November 2021 yang menghantam Texas dan Minnesota. Tahun berikutnya China dan Russia yang sekarang menjadi Negara terkuat di dunia telah melakukan pertemuan untuk membuat perjanjian damai, dan kerjasama di bidang ekonomi. Mereka akan bersatu untuk menghancurkan Amerika Serikat sebelum mantan Negara adidaya ini mendapatkan kekuatannya kembali. Tahun 2030 sumber daya alam telah menipis di eropa di karenakan mereka terlalu serakah dalam mengambil sumber daya untuk keperluan perang dan kemajuan teknologi. Seluruh Erpoa telah menjadi medan perang sebagaimana yang terjadi di masa pertengahan dulu. Russia dan China telah berhasil menghancurkan Amerika Serikat, dan Russia berkhianat atas perjanjian dimana tadinya mereka akan membagi sisa-sisa dari Amerika untuk menjadi bagian dari Negara mereka, tapi Russia telah mengambil seluruhnya untuk menjadi bagian dari kekuasaannya dan menyerang China.
Bertahun-tahun telah berlalu. Pada tahun 2050 Amerika Serikat telah menjadi daratan yang tandus, Amerika yang kaya raya sekarang tidak lebih hanya sebuah daratan dimana sumber kehidupan seperti tanaman, makanan, dan hewan sudah jarang di temukan. Air yang tersisa pun telah mengandung radiasi nuklir yang sangat membahayakan. Orang-orang Russia telah dalam proses membangun kembali Negara yang sudah hancur ini untuk menjadi yang mereka sebut sebagai “New Soviet”. Masyarakat yang tersisa di daratan ini hanyalah orang-orang yang lolos dari serangan nuklir, dan hidup di reruntuhan kota-kota besar dan membuat desa kecil untuk melanjutkan hidup, walaupun hidup mereka tidak lagi sehat dan enak. Tetapi ada satu kota yang tersisa, kota besar yang masih memiliki kehidupan yang nyaman. Kota ini di bangun oleh orang-orang yang selamat pada serangan nuklir pertama yang di lancarkan oleh bangsa muslim di Minnesota. Mereka perlahan–dengan apa yang tersisa—membangun kota di antara pegunungan-pegunungan dekat perbatasan antara Canada dan Amerika, agar tidak mudah di temukan oleh Russia, dan agar terhndar dari peperangan yang berlangsung di Canada. Terbentuklah Azrazil, tidak ada yang tahu mengapa dinamakan seperti itu. Kota itu dipimpin dan dinamakan oleh Michael Griffith, bekas wakil dari presiden Minnesota yang sudah meninggal. Dia orang tua yang hebat, bisa memerintah dengan baik dan membuat rakyatnya betah tinggal di Azrazil, dan membuat kota ini sebagai satu-satu nya kota yang besar dan mempunyai kehidupan. Di kelilingi pegunungan dan memiliki tanah subur untuk bercocok tanam. Azrazil di kelilingi tembok-tembok yang tebal di buat dari batu, dan rencananya akan di perbaharui menggunakan beton. Gaya bangunan Azrazil di bangun dengan model yang agak kuno, karena penduduk situ pun tidak punya cukup bahan untuk membuat segalanya yang serba canggih. Penduduk Azrazil sudah tidak mengenal dunia luar lagi, karena sekarang kehidupan mereka tentram, dan jauh dari peperangan yang melanda di luar sana. Salah satu keluarga yang tinggal di Azrazil adalah keluarga Fairbourn, yang tinggal di pinggiran kota. Mereka memang bukan keluarga yang kaya raya, namun cukup bahagia. Pada suatu malam, saat semua lampu sudah di padamkan, hanya suatu ruangan di lantai dua rumah Fairbourn yang masih menyala. Di ruangan itu seorang anak berusia 7 tahun sedang membaca komik, dan dia langsung tersentak kaget saat seseorang tiba-tiba membuka pintu kamarnya. Dari ambang pintu muncul lelaki tua berumur kira-kira 60-an, dengan rambutnya yang botak di depan tapi panjang di belakang. Lelaki tua ini mempunyai tubuh yang kekar, mungkin masa mudanya dia menjadi tentara atau sejenisnya. “Gregory, kau belum tidur? Sudah pukul berapa ini.” Kata pria tua tersebut sambil masuk kedalam dan menutup pintu. Lalu dia duduk di tempat tidur dan berkata “Kau beruntung aku yang menemukanmu masih membaca komik tengah malam begini. Jika saja ayahmu yang menemukan.”
Anak yang berada di depannya langsung menjawab dengan tenang “Tapi aku belum mau tidur. Komik yang kakek berikan ini sungguh menarik.”
“Ya, itu punyaku saat aku masih muda. Memang bagus.”
“Tapi ada yang aneh dengan komik ini.” Kata anak yang bernama Gregory dengan ekspresi penasaran. “Cerita di komik ini adalah tahun 2050, berarti itu sekarang kan? Tapi kenapa aku tidak tinggal di dunia yang seperti ini? Tidak ada robot-robot pintar yang membantu. Tidak ada sesuatu yang disini dinamakan mobil, benda yang berterbangan menggunakan uap itu. Beda jauh sekali, kek. Aku ingin tahu.”
“Baiklah,” Pria tua itu bicara sambil mengambil komik yang ada di tangan Gregory, menutup dan menyimpannya di meja. “Aku akan ceritakan sesuatu kepadamu Gregory. Mengapa semua yang kau lihat di cerita-cerita itu tidak ada di dunia kita yang sekarang ini. Mungkin kau terlalu muda untuk mengerti, tapi aku yakin suatu saat kau mengerti.” Lalu pria tersebut menceritakan semua kepada cucunya, Gregory, tentang semua yang terjadi di dunia. Semua peperangan yang terjadi sampai akhirnya mereka harus hidup menderita seperti sekarang.
“Itulah manusia, tidak pernah puas. Mereka rela membunuh satu sama lain demi wilayah, demi kekuasaan, dem sumber daya alam. Serakah. Dan sekarang, selamat datang dunia yang baru. Dunia yang telah kehilangan kecantikannya seperti dunia yang aku kenal saat masih muda dulu.” Saat itu Gregory masih menatap kakeknya dengan tatapan serius.
“Nah sekarang waktunya untuk tidur Greg.” Kata pria tua itu sambil menutup setengah badan cucunya dengan selimut.
“Aku ingin mendengar cerita tentang masa lalu, kakek.” Kata Gregory sambil perlahan terlelap menuju tidurnya.
“Aku janji.” Kata kakeknya sambil membuka pintu dan keluar.
Sambil menuruni anak tangga menuju anak tangga, pria tua itu merenung, berkata dalam hati “Kasihan anak itu, hidup di dunia yang brutal. Masa kecilnya tidak di hiasi dengan sesuatu yang indah.” Lalu pria tua itu melihat sebuah bingkai yang berisikan foto. Foto dia dan orang tuanya. Foto saat dia lulus dari perguruan tinggi. Tercantum nama disitu “Nicholas Fairbourn”. Sesaat dia mengingat dunia pada saat-saat dimana dia masih muda. Dunia yang hijau, penuh kehidupan, asri dan nyaman. Dulu orang tidak ingin meninggalkan bumi dengan cepat, tapi mungkin sekarang manusia mungkin akan bersyukur jika mereka cepat mati, dan terbebas dari neraka ini. Pria tua itu masuk ke ruangan pribadinya, lalu duduk di kursi goyang di dekat jendela yang terbuka sambil merokok, dia duduk disitu dan melihat bulan yang bersinar di luar sana.

Tiga belas tahun telah berlalu. Masyarakat Azrazil masih hidup dengan damai tanpa gangguan dari luar sama sekali. Kota ini sudah mulai berkembang dan semakin berkembang, walaupun tidak berhubungan kepada dunia luar tapi mereka bisa melakukan suatu perdagangan yang sangat besar. Mereka memaka koin untuk melakukan transaksi dagang. Ya, koin. Tetapi bukan kon yang memiliki angka pada permukaannya dan memiliki gambar presiden, tetapi hanya koin polos yang di buat dari timah dan di bentuk lingkaran. Mau bagaimana lagi? Hanya itu yang mereka punya.
Seorang lelaki muda sedang berjalan di jalanan Azrazil yang ramai dan hidup. Dia berjalan dengan santainya sambil melirik beberapa wanita yang berpapasan dengannya. Lelaki ini berumur 20 tahun, berambut coklat pendek, dengan tubuh yang bagus dan sorotan matanya menandakan dia orang yang santai. Lelaki itu berjalan dan membelok ke kiri, lalu memasuki sebuah toko roti. Seseorang di dalam toko roti tersebut menengok saat mendengar lonceng di atas pintu berbunyi menandakan pintu telah di buka oleh seseorang. Saat orang tersebut melihat siapa yang masuk, dia langsung beteriak “Gregory Davis Fairbourn!”
Gregory tersenyum dan berkata dengan santainya “Mr. Oppenheimer, aku datang tepat waktu kan.”
“Tepat waktu kau bilang?” Mr. Oppenheimer menunjuk dengan tangannya yang gemuk ke arah jam dinding. Gregory yang melihat jam dinding tersebut langsung menunjukan ekspresi kaget dan tidak percaya. Karena jam menunjukan pukul 8, dan dia harusnya mulai bekerja pukul 7.
“Err . . .mungkin ada kesalahan pada jam itu Mr. Oppenheimer. Lihat, jam tanganku menunjukan pukul 7!” Kata Gregory yang berusaha membuat alas an, sambil menunjukan jam tangannya. Mr.Oppenheimer menghela nafas panjang dan mengatakan “Lihat jam itu baik-baik!” Gregory melihat jam tangannya, dan benar saja. Jam itu tidak bergerak, jam itu ternyata sudah rusak, dan Gregory tidak menyadarinya. Gregory memandang Mr.Oppenheimer dengan pandangan meminta maaf sekaligus memohon.
“Aku tidak mengerti kenapa kau memakai jam rusak itu, yang aku tahu jam itu telah membuatmu terlambat dua hari berturut turut.” Kata Mr. Oppenheimer.
“Aku sungguh tidak tahu kalau jam ini rusak! Mungkin karena kehujanan. Aku suka dengan jam ini, pemberian kakek. Maka dari itu . . . .”
“Baiklah, baiklah. Sekarang kau sudah tahu kalau jam itu tidak layak di gunakan lagi. Aku harap kau tidak terlambat pada hari berikutnya. Sekarang cepat bekerja!” Kata Mr. Oppenheimer. Gregory langsung tersenyum senang karena dirinya tidak di pecat, dan langsung meninggalkan Mr. Oppenheimer untuk melakukan pekerjaannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: