Motel 805 (Chapter VIII)

Written By: Adri Adityo Wisnu

Para manusia aneh yang mengepung Craig dan Thomas sudah mulai berjalan mendekat, dengan perlahan. Yang memakai pakaian merah—si pemimpin—menyeret bola besi berduri yang dihubungkan dengan rantai, ke lantai dengan bunyi yang sangat tidak nyaman.

“Kalau di film, si protagonist terkadang selalu berada di posisi seperti ini, terjebak. Tapi mereka kan selalu selamat.” Kata Thomas menjawab pertanyaan Craig.

“Tapi KITA kan bukan protagonist yang berada di film, bodoh! Ini situasi yang asli! Ini juga bukan permainan dimana saat kita mati kita akan kembali ke tempat dimana kita mulai!” Bentak Craig.

“Aku tau itu. Tapi ya, yang tadi itu hanya untuk menyemangati saja.” Kata Thomas sambil tersenyum, tapi matanya tetap menatap dengan waspada kepada orang-orang yang sedang mengepung mereka. Craig merasa sangat aneh kenapa Thomas masih bisa tenang di saat seperti ini, dimana keselamatan mereka terancam. “Mereka terlalu banyak untuk kita lawan.”

“Aku akan mencari cara agar bisa melarikan diri melewati mereka lalu melewati pintu yang terbuka itu, dan kau melewati pintu yang satu lagi. Mudah-mudahan mereka tidak mengerti bahasa inggris, jadi mereka tidak mengerti apa yang baru saja kita bicarakan!” Kata Thomas

“Kau kira itu mudah?”

“Tidak, tapi kita tidak akan tau sebelum mencoba!”

Dan saat Craig menoleh dia melihat sebuah bola berduri sedang melontar kearah kepalanya. Dengan gesit, Craig menunduk menghindari serangan, lalu bola berduri itu menabrak pagar yang memisahkan Craig dan Thomas lalu membuat suara dengung yang menyakitkan telinga. Semua manusia bertudung menjatuhkan senjata mereka lalu menekan telinga mereka dengan telapak tangan sambil berteriak, kecuali pemimpin mereka. “Sekarang!” Kata Thomas sambil berlari menerobos para manusia bertudung yang sedang merintih kesakitan, lalu Craig juga segara lari ke pintu yang berada di arah timur.

Craig tidak tau sekarang ada dimana, dia tadi hanya berlari secepat mungkin dengan arah yang tidak menentu, Tetapi dia yakin bahwa para manusia aneh itu tidak mungkin begitu saja menyerah, dan benar saja. Craig mendengar ada beberapa suara langkah kaki dan dia melihat bayangan orang yang sedang berlari. Thomas sedang berlari kencang sepanjang koridor itu, dan beruntung sekali bagi Craig karena ternyata yang dia lihat itu adalah Thomas, bukan para manusia bertudung, dan dia merasa kaget juga karena bisa bertemulagi dengan Thomas secepat itu. Tapi kenapa suara langkahnya banyak sekali.

“Jangan melamun saja! Lari! Mereka berada tepat di belakangku!!” Kata Thomas sambil berlari melewati Craig yang hanya berdiri kebingungan. Dan tidak lama baru kelihatan para manusia bertudung mengejar sambil membawa senjata mereka yang sangat mengerikan, dan Craig bisa membayangkan apa yang terjadi seandainya bola berduri tadi mengenai kepalanya. Walaupun dengan pedang yang ada di tangannya, dia merasa tidak sanggup melawan, jadi lebih baik lari.

“Cepat sekali kau!” Tanya Thomas kaget saat dia melihat Craig yang sekarang berlari di sebelahnya, padahal seingat dia tadi dia itu berlari cepat sekali, dan Craig tertinggal jauh.

“Karena aku panik!” Kata Craig sambil terengah. Mereka bisa melihat manusia bertudung yang mengejar tepat di belakang mereka, larinya juga cepat. Tidak lama kemudian, mereka sampai di persimpangan. Awalnya mereka memutuskan untuk lurus, karena jika berbelok maka akan mengurangi kecepatan mereka. Tapi di lorong yang gelap itu, Craig dan Thomas melihat 10 menusia bertudung yang mengarahkan crossbow dengan anak panah berapi kearah mereka, dengan formasi 5 jongkok dan sisanya berdiri. Tanpa banyak bicara, Thomas langsung menarik Craig untuk berbelok ke kiri. Dan saat berbelok mereka mendengar suara panah ditembakan lalu mengenai beberapa manusia bertudung yang mengejar mereka.

“Tepat waktu.” Kata Thomas merasa bangga. Lalu mereka bisa mendengar suara si pemimpin yang sedang marah-marah dan dengan segera manusia bertudung melanjutkan pengejaran. Craig melihat ada banyak sekali obor yang disangga oleh tali di tempat ini, dan dengan cepat dia mendapat ide yang sangat bagus.

“Potong tali-tali yang menyangga obor itu, lalu obor itu akan membalik dan menjatuhkan batu bara yang panas, cukup untuk melambatkan para manusia gila itu!” Kata Craig

“Ide bagus, kawan.”

Lalu mereka mengayunkan pedang mereka untuk memotong semua tali yang menyangga obor, dan dengan segera setelah obor-obor itu menjatuhkan batu bara panas yang berada di dalamnya, terdengar beberapa teriakan. Saat Craig menoleh kebelakang, dilihatnya banyak sekali manusia bertudung yang terbakar dan menjadi pasir, dan sekarang jumlah mereka hanya tinggal 10. Thomas dan Craig menemukan sebuah ruangan luas, dan saat itu pula mereka berhenti berlari. Mereka sekarang berhadap-hadapan dengan para pengejar mereka yang sekarang hanya berjumlah sedikit. Walaupun begitu, senjata yang mereka pakai cukup berbahaya, jadi Thomas dan Craig harus tetap berhati-hati.

“Baiklah, aku sudah lelah berlari menghindari kalian. Keras kepala sekali kalian ini. Mengerti tidak apa yang aku katakan? Sepertinya tidak. Baiklah, langsung aku bunuh saja kalian.” Kata Thomas dengan nada sombong dan mengejek.

“Jangan terlalu sok, Thomas. Kita tidak tau kekuatan mereka.” Craig menasihati.

“Aku tidak perduli!” Kata Thomas dan dia langsung melesat maju untuk bertarung dengan para manusia bertudung. Si Pemimpin memberikan perintah pada anak buahnya sambil menunjuk kearah Thomas. “Ya tuhan.” Kata Craig dengan nada menyesal, tetapi setelah itu dia juga ikut maju untuk melawan, karena toh sudah tidak ada pilihan lain. Pertarungan sengit terjadi di ruangan yang luas tersebut. Craig dan Thomas jago bermain pedang, dan mereka sangat gesit. Ruangan yang luas itu mereka manfaatkan untuk berlari-lari menghindari serangan, lalu menjebak para manusia bertudung, dan beberapa kali mereka menggunakan pilar untuk berlindung dari lontaran bola berduri. Sekarang hanya tinggal Craig dan Thomas melawan si pemimpin yang memakai pakaian merah.  Dengan tiba-tiba si pemimpin menjatuhkan senjatanya.

“Sudah menyerah rupanya?” Kata Thomas dengan angkuh. Lalu si pemimpin tersebut membuka mulutnya lebar-lebar dan secara tiba-tiba keluar lidah besar dan panjang dari mulutnya dan langsung mencekik Thomas dan mengangkatnya ke udara. Thomas menjatuhkan pedangnya ke lantai, dan sementara itu Craig yang akan menyerang si pemimpin langsung di pentakan oleh kekuatan yang keluar dari tangannya yang sekarang ada rongga seperti mulut di telapaknya.

“Berengsek . . .sudah sejauh ini. Kita tidak akan mati dengan cara seperti ini. Kata Thomas tersengal karena susah untuk benapas. Lalu Thomas langsung menutup mata dan badannya kaku.

“Thomas!!” Teriak Craig yang melihat keadaan Thomas seperti itu. Si pemimpin langsung menjatuhkan tubuh Thomas lalu matanya menatap kejam kearah Craig sekarang. Dan tepat saat dia meluncurkan lidah panjang yang menjijikan itu kepada Craig, Thomas yang tadi ternyata hanya pura-pura mati langsung mengambil pedang dan menusukannya ke ujung lidah panjang yang berlendir tersebut. Si pemimpin metintih kesakitan, suara iblis nya menggema di seluruh ruangan.

“Selamat tinggal kawan.” Kata Thomas mngejek, lalu dengan pedang yang menancap di lidah, Thomas membelah lidah itu menjadi dua dengan cara berlari menuju tubuh si pemimpin dengan pedang yang diseretkan di lidahnya. Setelah itu musuh mereka berteriak-teriak dan berusaha untuk menyerang Thomas dengan tangannya yang mempunyai rongga seperti mulut dan dengan gesit, Craig maju dan menusuk rongga tersebut dengan pedangnya. Monster itu menghilang menjadi pasir.

“ha ha ha! Aku menang!” Kata Thomas dengan bangga.

“Kurang ajar, kau! Aku kira kau sudah mati!” Kata Craig merasa lega.

“Tidak semudah itu.”

Lalu setelah itu mereka merasa agak mual, kepala mereka sangat pusing. “Sepertinya, aku merasa tidak enak.” Kata Thomas, lalu tiba-tiba jatuh pingsan, disusul oleh Craig.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: