New Year Incident (Chapter I)

Written By: Adri Adityo Wisnu

Twitter: @Messere_Adrio

Malam ini mungkin merupakan malam yang paling berkesan bagi James O’Connor, remaja berusia 17 tahun yang keluarganya di undang oleh teman dari ayahnya yang seorang bangsawan untuk menghadiri pesta tahun baru yang sangat meriah di rumahnya yang sangat mewah. Kembang api yang sangat indah—dan kelihatannya mahal—meletus di udara, membuat para tamu yang menghadiri pesa tersebut terkesima. Selain pemandangan indah dari kembang api yang meledak di langit, dan  rumah Mr. Bartholomew yang di hias dengan sangat cantik; di sisi lain James juga sedikit mual dengan begitu banyak orang – orang di sekelilingnya memakai baju yang sangat bagus, perhiasan dimana – mana, dan bahkan gaya bicara mereka yang sangat sopan. James lebih suka yang biasa saja. Tapi di antara para bangsawan yang membuat James mual, dia melihat ada satu orang yang duduk sendirian di dekat perapian, meminum minuman yang sudah di sediakan, dan yang membuat James bingung adalah: Orang itu tidak terlihat seperti seorang bangsawan. Dia memakai kemeja putih dan jubah kulit berwarna hitam, yang memang kelihatan bagus. Saat James sedang sibuk memandang orang itu, tiba – tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang, dia menoleh dan ternyata yang menepuknya tadi adalah ayahnya; lelaki umur sekitar 40-an yang gaya berpakaiannya tidak beda jauh dengan yang lain.

“Pasti kau bosan yah karna tamunya tidak ada yang se-umuran denganmu?” Tanya Mr. O’Connor kepada anaknya.

“Siapa bilang? Tadi aku melihat ada anak perempuan cantik yang mengenakan gaun. Aku mencoba mendekatinya, Cuma……” Kata James, tapi dia berhenti karena dia malu mengatakan “aku sangat tegang”

“Percuma.” Mr. O’Connor senyum sedikit meledek. “Anak itu kan pasti putri dari seorang bangsawan,yah biasanya perempuan seperti itu lebih suka laki-laki yang berpakaian dan bertingkah laku seperti halnya mereka itu. Tidak seperti kau.” Mr. O’Connor berkata sambil sedikit tertawa. Yah memang sih James gaya berpakaiannya seperti seorang rocker.

“Jangan membohongi anakmu begitu Peter!” Dari balik suara para tamu yang sedang mengobrol, Mr.O’Connor bisa mendengar ada suara yang berbicara padanya.

“Apa?” Tanya Mr. O’Connor pura-pura tidak tahu.

“memangnya aku tidak dengar!” Kata wanita yang menggunakan gaun hijau dan terlihat anggun yang tidak lain adalah istri dari Mr. O’Connor. “Jangan percaya perkataan ayahmu yah James, dia hanya bercanda.” Katanya sambil melihat anaknya.

“Mungkin ada benarnya juga sih,mom.” Kata James nyengir. “Ngomong – Ngomong, siapa orang itu? Dia tidak seperti yang lain.” Tanya James seraya menunjuk kearah orang yang duduk dekat perapian.

“Oh itu. Dia juga teman dari Bartholomew, seorang detektif. Memang tidak terlalu terkenal di sekitar sini, tapi katanya dia pernah membantu Bartholomew menyelesaikan masalahnya.” Jawab Mr. O’Connor

“Wah. Siapa namanya?” Tanya James dengan penuh kagum. Tidak di ragukan lagi, James adalah penggemar berat novel mystery. Dia juga suka berlagak menjadi seorang detektif terkadang.

“Kalau tidak salah….” Mr. O’Connor berpikir sejenak.

“Alex Fiskus!” Kata Mrs. O’Connor dengan cepat.

“Oh aku akan berkenalan dengannya!” Kata James bersemangat, tapi sebelum dia bisa bangkit dari tempat duduknya, dia mendengar ada suara wanita—yang jelas bukan suara ibunya—memanggil nama ayahnya dari jauh.

James dan kedua orang tuanya menengok kea rah suara itu dating, dan mereka melihat seorang wanita umur kira-kira 42 tahun,yang berjalan menuju mereka sambil tersenyum. Walaupun umurnya sudah terbilang agak tua, dia masih terlihat cantik.

“Siapa itu?” Mrs. O’Connor bertanya dengan nada cemburu.

“Ah,iya,” Kata Mr. O’Connor sambil memperkenalkan wanita itu kepada keluarganya. “Ini istriku. Rosalie,ini temanku waktu kuliah dulu, sekarang dia seorang dokter, benar kan?”

“Iya, aku seorang dokter bedah lebih tepatnya.” Kata wanita itu.

“Kenalkan namanya Rosemary. Dr. Rosemary.” Kata Mr. O’Connor, lalu dia mengubah perhatian Rosemary kepada anaknya “Dan ini anaku. James.”

“Wah tampan sekali yah anakmu.” Kata Rosemary

James bingung mau berkata apa, dia takut salah bicara, jadi dia hanya tersenyum, lalu berjabat tangan saat Dr. Rosemary mengulurkan tangannya, dan tangan kirinya menggaruk kepala karena dia gugup.

Lalu James lupa akan niatnya berkenalan dengan si Detektif, dan mengobrol dengan Rosemary. Sampai akhirnya, si tuan rumah, Mr. Bartholomew naik ke atas mimbar lalu berbicara dengan suara keras dan menggelegar, membuat para tamunya—yang tadinya sedang minum-minum dan mengobrol—semua diam.

“Sudah tinggal beberapa detik lagi menuju tahun baru saudara-saudara…” Kata nya, lalu melihat arlojinya. “Sudah tinggal 5 detik lagi, ayo kita hitung mundur bersama-sama.” Katanya sambil menganggkat tangannya yang besar. Lalu para tamu menghitung mundur, sampai mereka mencapai angka 1, tiba-tiba terdengar suara keras seperti benda berat yang jatuh ke lantai kayu dari rumah mewah tersebut. Semua tamu, termasuk keluarga O’Connor tentunya tidak melanjutkan hitungan sampai Nol, melainkan hanya terdiam dan berusaha memikirkan darimana sumber suara tersebut. Dari kerumunan orang yang kebingungan, James melihat Alex, si detektif tersebut berlari keluar ruangan. Tanpa ada yang sadar, James mengikuti nya  sampai pintu depan, dan tepat di bawah tangga yang berada tepat berhadapan dengan pintu masuk utama, dia meliat seorang lelaki yang berpakaian sama seperti yang lain, tergeletak dengan tubuh bagian atasnya menghadap ke bawah.

“Ya tuhan!” James berteriak, membuat Alex—yang tidak sadar diikuti—menoleh ke belakang, dan para tamu bergegas menuju ke tempat Alex dan James berdiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: