New Year Incident (Chapter II)

Written by: Adri Adityo Wisnu

“Semua tetap di tempat!” Perintah Alex. James akhirnya mendengarnya berbicara. “terutama kau.” Katanya menunjuk ke arah James, yang terus mengucurkan keringat.

“Ada apa ini?” Mr. Bartholomew muncul dari arah kerumunan yang berusaha melihat apa yang terjadi. Sementara itu Mr. O’Connor menarik tangan anaknya untuk menjauh.

Mr. Bartholomew mendekati tubuh yang tergeletak tersebut bersama dengan Alex. Alex membungkuk untuk memeriksa tubuh tersebut.

Tiba-tiba dengan suara yang cukup tenang Mr. Bartholomew berkata sambil sedikit tertawa “Ya ampun. Karena badannya terlalu gemuk.”

Tidak lama kemudian pria gendut yang tergeletak itu sadar, dia perlahan membuka mata dan bangkit, dia bingung melihat orang-orang pada memandangnya dengan pandangan khawatir.

Mr. Bartholomew membantunya bangun. “Pasti jatuh lagi ya?” Katanya.

“Yah begitulah. Aku benci tangga.” Kata pria gemuk itu. “Mari lanjutkan pestanya!” Kata pria itu bersemangat.

Dan para tamu kembali ke ruangan besar yang dipakai untuk pesta, sementara Mr. Bartholomew, Pria gendut itu, dan Alex Fiskus berpisah. “Siapa dia?” Tanya Mr. O’Connor kepada Mr. Bartholomew saat dia lewat.

“Itu, temanku sejak kecil.” Mr. Bartholomew menjawab dengan senyum.

“Wah, mengingat umurmu yang sudah 70 tahun, ternyata persahabatan kalian bertahan ya.”

“Memang benar. Orang itu,” Mr. Bartholomew menghela napas “Saking gemuknya selalu terjatuh di tangga dan menggelinding kebawah!” Katanya sambil tertawa, Mr. O’Connor pun ikut tertawa. Sementara James yang berdiri di sebelah ayahnya tidak menemukan itu adalah sesuatu yang lucu.

Sekarang mereka berada di ruangan tempat pesta di adakan. James seperti tadi, duduk sendirian sambil menatap bangsawan di mana-mana. Dia tidak menemukan Alex sejak kejadian tadi. Dia berjalan-jalan di antara para tamu untuk menemukan Detektif tersebut, sampai dia melihat Dr. Rosemary dan Mr. Bartholomew sedang mengobrol dengan sangat keras.

“Wah ternaya kau bisa datang Rosemary, kita sudah lama tidak berjumpa yah.” Kata Mr. Bartholomew bersemangat sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat.

“Yah, walaupun aku sedikit sibuk tapi aku menyempatkan datang. Anda adalah teman lama almarhum ayah saya, jadi tidak enak kalau saya tidak datang.” Jawab Dr. Rosemary sambil berjabat tangan.

“Tanganmu sepertinya berkeringat ya. Padahal musim dingin.” Kata Bartholomew sambil melepas jabat tangannya.

“walaupun ini musim dingin, tapi di sini sangat banyak orang, jadi wajar kan kalau udaranya panas?” Kata Dr. Rosemary sambil tersenyum.

Setelah itu James berhenti mendengar pembicaraan mereka, keluar dari ruangan, lalu menuju ke pintu depan. Dia berharap bisa menemukan Alex di luar. Dia menuju pintu depan, mengambil jaketnya lalu membuka pintu. Dan ternyata benar, Alex sedang duduk di situ sendirian. Perlahan James mendekati nya lalu berkata dengan nada malu-malu. “Aku tadi tidak bermaksud mengikuti, hanya penasaran.”

Alex menoleh ke belakang dengan wajahnya yang tanpa expressi. “kau anak yang tadi kan? Tidak apa-apa. Anak seumurmu memang memiliki rasa penasaran yang besar ya.” Kata Alex. James bisa melihat dia sedikit tersenyum, walaupun butuh ketelitian untuk menyadarinya. Ternyata Alex orang yang baik.

Jadi tanpa malu-malu James berbicara lagi “Sedang apa kau disini? Kan dingin.”

“Aku terkadang memang butuh waktu menyendiri.” Jawab Alex dengan pendek.

“Baiklah kalau begitu aku akan ke dalam.” Kata James sambil memutar badannya untuk kembali ke dalam. Lalu sebelum james membuka pintu, Alex berkata “Senang berkenalan denganmu.”

“iya, sama- sama.” James menjawab, lalu menutup pintu kembali.

 

Sekarang sudah jam 1.30 pagi. Sudah banyak tamu yang pulang ke rumah masing-masing dengan wajah yang menunjukan kepuasan. Walaupun begitu, masih ada beberapa orang yang tinggal di ruangan yang besar itu untuk melanjutkan pesta walaupun tidak se-meriah sebelumnya karena sudah pada lelah. James sendiri sudah hampir terlelap di sofa, tapi masih ada beberapa suara berisik yang tidak bisa membuatnya tidur. Dia bangun lalu melihat ruangan itu benar-benar sepi. Hanya tinggal orang tuanya,Dr. Rosemary, Mr. Bartholomew, dan beberapa orang yang dia belum kenal sedang saling mengobrol, jadi yang tersisa hanya 7 orang.

“Wah makanan masih banyak yang tersisa. Mereka hanya minum sepanjang pesta sih.” Mr. Bartholomew menggerutu lalu mengambil sepotong kue dengan tangannya, menggigitnya lalu berkata pada yg lain “Aku akan ke kamar sebentar, mau mengambil sesuatu.” Katanya sambil menelan kue yang ada di mulutnya. James melihat Mr. Bartholomew pergi keluar lewat pintu ganda, dan James melihatnya berjalan ke atas karena Mr. Bartholomew lupa menutup pintu. Dan juga di sebelah pintu masuk ada sofa merah yang kelihatannya nyaman, dan di situ pula ada Alex. Rupanya dia belum pulang, melainkan tertidur.

“James!” Mr. O’Connor memanggil James dari jauh. James menghampiri ayah dan ibunya dan beberapa dari teman mereka. “Aku belum perkenalkan 3 orang ini kan? Ini teman ayah sejak kita masih kuliah.” Lalu Mr. O’Connor menunjuk seorang pria yang gagah, dan rambutnya di sisir ke belakang “Ini John.” James dan John lalu tersenyum satu sama lain. “Lalu ini Harrington.” Mr. O’Connor melihat ke arah pria yang gaya nya seperti orang tahun 1930-an. “dan ini Kim.” Mr. O’Connor menunjuk pada wanita Asia, dia memang cantik tapi bagi James tidak se-cantik Dr. Rosemary.

Lalu di saat mereka sedang mengobrol, Peter O’Connor sadar bahwa Mr. Bartholomew tidak kembali ke bawah, lalu saat dia akan ke atas untuk memeriksa tiba-tiba ada suara orang berteriak di lantai atas, yang tidak salah lagi adalah Mr. Bartholomew.

“SIAPA DI SITU?! MAU APA KAU? UNTUK APA PISAU ITU?! BERHENTI, JANGAN MAJU LAGI!” Mr. Bartholomew berteriak. Lalu setelah itu terdengar suara tembakan beberapa kali. James dan yang lainnya yang berada di ruangan pesta beranjak kaget dari tempat duduknya.

“Kalian tunggu disini!” Perintah Mr.O’Connor

“Aku ikut!” Kata James. Dia melihat dari jauh kalau Alex pun terbangun karena suara tembakan itu dan bergegas ke atas.

“Tidak. Kau tetap di sini James!” Bentak Mr. O’Connor dan dia langsung menuju ke atas menyusul Alex.

Mr. O’Connor sudah sampai di atas, dan dia melihat Alex berdiri di depan sebuah pintu ganda yang berwarna putih bersih dengan gagang berwarna emas. Mr. O’Connor berdiri di sebelah Alex, lalu mereka saling pandang dan mengangguk. Mereka secara berbarengan membuka pintu yang ternyata tidak terkunci, dan melihat tubuh Mr. Bartholomew tergeletak menghadap ke bawah. Dia memegang pistol di tangan kanan, dan sepertinya keluar darah dari mulut.

“Ini serius.” Kata Alex dengan suara pelan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: