New Year Incident (Chapter III)

Written By: Adri Adityo Wisnu

Mr. O’Connor dan Alex mendengar ada suara langkah kaki yang sangat cepat di belakang mereka, dan tidak lama John, Harrington dan, James sudah sampai di lantai 2. Mr. O’Connor langsung maju kea rah mereka dan membentak “Kenapa kalian ada disini?! Kan aku suruh tetap di bawah!” lalu matanya menatap James “Dan kau,”

“Kami penasaran, kami tidak bisa menaan diri untuk diam di bawah. Tapi tenang saja, para wanita aman di bawah. Kim kan jago karate.” Kata Harrington dengan wajah tenang.

“Betul. Tadinya hanya akau dan Harrington yang mau ke sini, tapi anakmu tiba-tiba ikut.” John menambahkan.

Mata Mr. O’Connor langsung mendelik kea rah anaknya, lalu James langsung membuka mulut untuk bicara “Aku juga kan penasaran. Yang ini bercanda atau sungguhan?”

“Jangan mempermasalahkan soal itu sekarang. Pembunuhan telah terjadi disini!” Kata Detektif Alex secara tiba-tiba. Semua langsung menoleh ke arahnya. Alex langsung memasuki ruangan kerja Mr. Bartholomew yang sangat rapih. Alex mendekati mayat Mr. Bartholomew lalu berkata “Pasti ada lubang peluru nya di sekitar sini.” Katanya sambil berjalan jalan sekitar ruangan, dan yang lain ikut masuk ke dalam ruang kerja tersebut.

“Tadi aku menghitung suara tembakannya. Ada Sembilan tembakan.” Kata James.

“James! Jangan bermain detektif disini. Ini bukan main-main!” Kata Mr. O’Connor sambil memegang lengan James.

“Informasi dari anak tersebut sangat berguna. Aku minta tolong pada kalian untuk menemukan dimana lubang peluru tersebut.” Kata Alex dengan bijaksana.

Mereka semua, termasuk James mulai mencari lubang peluru yang di perintahkan Alex. James melihat di ruangan tersebut banyak sekali foto-foto Mr. Bartholomew yang sedang berburu, maupun foto dia saat sudah dapat hasil buruan nya. Wajahnya sangat senang saat itu, beda dengan yang sekarang; Pucat,matanya terbuka tapi pangangannya kosong.

“Kenapa tidak ada foto keluarga Mr. Bartholomew disini? Dan aku juga tidak melihat anggota keluarganya.” James bertanya pada ayahnya.

“Dia memang tidak punya keluarga. Hidup nya di dedikasikan hanya untuk mencari uang, dan berburu.” Jawab Mr. O’Connor

“Ya ampun.”

“Maaf, Perlukah aku menghubungi polisi?” Tanya Harrington dari sudut ruangan

“Jangan sekarang. Jika kita sudah mendapat bukti-bukti yang kita butuhkan.” Jawab Alex yang sedang memeriksa dinging antara rak buku. Dan dia menemukannya! Lubang peluru yang dia cari.

“Sungguh aneh.” Katanya.

“Apa yang aneh?” Kata James dengan suara keras, mengundang perhatian membuat yang lain mendekat ke arah Alex dan James berdiri.

“James kan namamu? Apa betul kau mendengar ada 9 tembakan?” Tanya Alex menuntut jawaban secepatnya.

“Aku sangat yakin.”

“Di sini hanya ada 7 lubang, dan memang ada lubang yang sangat besar, menunjukan bagian situ terkena tembakan lebih dari sekali sehingga lubang membesar. Tapi yang aneh adalah,” Penjelasan Alex terhenti saat James melanjutkan “Kenapa lubangnya hanya terpusat di situ? Menurut logika, Mr. Bartholomew kan menembak 9 kali, mungkin saja tidak kena sasaran karena orang yang dia lihat itu menghindar kesana kemari, dan harusnya lubang peluru terdapat di berbagai tempat!” Mr. O’Connor kaget saat James selesai menjelaskan, dia sungguh tidak tahu anaknya menyadari itu.

“Pendapat mu hebat.” Kata Alex sambil tersenyum puas. “Apalagi pendapatmu?” Tanya Alex.

“Darimana kira-kira orang itu masuk dan keluar ya?” Tanya James sambil berjalan ke arah jendela.

“Mungkin dari jendela” Kata Harrington.

Lalu Alex berjalan dan berdiri dekat jendela, dan di sebelah James. “Jendela di tutup rapat, semuanya. Ada 2 jendela kan disini? Dan lagi pakai apa dia untuk sampai kesini? Tidak ada pohon di dekat jendela, tidak ada beranda juga.” Kata James.

“Lalu JIKA orang tersebut datang melalui jendela, tembakan pertama dari Mr. Bartholomew pastinya kena jendela kan?” Lanjut Alex, masih tersenyum puas ke arah James. Dia juga tidak menyangka anak itu bisa sehebat itu.

Semua orang mengangguk tanda mengerti, bahkan Mr. O’Connor juga sudah tidak lagi melarang James mondar-mandir di ruangan itu. Tapi Mr.O’Connor kembali memarahi James saat dia bilang “Berarti pembunuhnya adalah orang dalam.”

“Jangan bercanda James. Kita semua ada di aula kan? Para pelayan juga di pulangkan, dan akan kembali 2 hari lagi.” Kata Mr.O’Connor ketus.

“Iya betul itu. Lagipula, untuk apa kami membunuh Mr. Bartholomew?” Kata John

“Itu yang akan saya cari. Motif pembunuhannya.” Kata Alex

“Pintu dan jendela terkunci, lalu darimana pembunuhnya masuk?” Tanya Mr. O’Connor

“Itu yang sedang saya pikirkan. Untuk sementara kalian kembali ke aula dan saya akan mengadakan pemeriksaan barang-barang bawaan kalian.” Kata Alex, sambil berjalan keluar ruangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: